Naskah drama Sintesa protein
Versi kerajaan
Sintesa protein
Syahdan Di suatu
negeri terpencil yang mana bernama Sel. berdirilah kerajaan yang teramat
hebat, kerjaan itu bernama nukleus, pemimpin akan kerajaan itu adalah
seorang raja yang adil lagi bijaksana dan bernama DNA . Tiada terduga negeri dan kerajaan kecil itu memiliki kemampuan yang luar biasa. Rakyat di negeri dan diluar negeri itu tampak damai, tiada satu pun rakyat yang kelaparan dan kekurangan akan bahan makanan.
Pada Suatu hari di istana, sebagaimana biasanya raja DNA menghitung catatan
bahan makanan yang akan ia bagikan kepada segenap rakyatnya. Nampak
olehnya sebagian bahan yang kurang,tak lain adalah protein. Betapa
bingungnya Baginda Raja DNA kala itu, seumpama ia yang berangkat keluar istana mencari langsung, tentu tiada mungkin sebab istana tiada boleh ditinggalkan begitu saja dan baginda raja tak dapat dengan mudah beranjak kian kemari keluar masuk istana.
DNA : kiranya apakah yang dapat saya lakukan ? tiada mungkin saya pergi ke
Ribosom membuat protein dan meninggalkan istana ini.Tapi sungguh
tiada sampai hati saya melihat segenap rakyat ini berduka dan menderita.
(pikir baginda raja di hati kala itu)
Bukan main sedih
hatinya, meratapi dan menyesali nasib rakyatnya seumpama protein itu
tiada ia buat. Segenap rakyatnya di timpa kelaparan dan kebinasaan.
Tiada ia ketahui penasehat istana yaitu enzim polimerasi melihat akan kebimbangan raja DNA kala itu.
Polymerasi : kiranya apa gerangan yang membuat baginda raja bersusah hati
serupa ini ? ( menatap iba sang Raja)
DNA : sedih hatiku meratapi akan nasib rakyatku, tiada dapat aku berbuat
apa-apa. (merunduk sedih )
Polymerasi : sebab apa Baginda, bersedih, apakah hanya karena itu?
DNA : bagaimana saya tidak berduka, rakyatku membutuhkan protein,
sementara aku tiada dapat pergi ke ribosom membuatkanya.
( dengan mata yang berkaca-kaca)
Polymerasi : hamba mohon maaf baginda. Izinkanlah hamba untuk mengutarakan
pendapat hamba ini kiranya.